Jump to content

Sabuwa: Difference between revisions

From Ensiklopedi Polahi
mNo edit summary
mNo edit summary
 
Line 2: Line 2:
'''''[https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=7208 Sabuwa]'',''' dalam kamus bahasa gotontalo adalah pondok, gubuk, tempat sederhana berbentuk rumah atau tempat yang sengaja dibangun di tengah kebun atau sawah untuk menjaga padi. Juga berfungsi sebagai tempat beristirahat sementara para petani. '''''[https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=7208 Sabuwa],''''' ''' '''oleh masyarakat ''Polahi,'' diartikan sebagai tempat penyimpanan hasil panen. Dalam praktiknya, masyarakat ''Polahi'' membangun lumbung penyimpanan khusus yang disebut ''sabuwa'' untuk menampung hasil panen berupa padi. Padi ini disimpan dalam jangka waktu yang lama dan hanya ditumbuk dalam jumlah seperlunya, sesuai dengan kebutuhan konsumsi harian. Pola ini menunjukkan adanya pengetahuan lokal masyarakat Polahi yang adaptif dan berbasis kearifan ekologis dalam menjaga ketahanan pangan di lingkungan hutan.
'''''[https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=7208 Sabuwa]'',''' dalam kamus bahasa gotontalo adalah pondok, gubuk, tempat sederhana berbentuk rumah atau tempat yang sengaja dibangun di tengah kebun atau sawah untuk menjaga padi. Juga berfungsi sebagai tempat beristirahat sementara para petani. '''''[https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=7208 Sabuwa],''''' ''' '''oleh masyarakat ''Polahi,'' diartikan sebagai tempat penyimpanan hasil panen. Dalam praktiknya, masyarakat ''Polahi'' membangun lumbung penyimpanan khusus yang disebut ''sabuwa'' untuk menampung hasil panen berupa padi. Padi ini disimpan dalam jangka waktu yang lama dan hanya ditumbuk dalam jumlah seperlunya, sesuai dengan kebutuhan konsumsi harian. Pola ini menunjukkan adanya pengetahuan lokal masyarakat Polahi yang adaptif dan berbasis kearifan ekologis dalam menjaga ketahanan pangan di lingkungan hutan.


[https://ensiklopedipolahi.kamusgorontalo.com/index.php/Bapu_Yunus_Nani Bapu Yunus Nani] menjelaskan bahwa ketika masih hidup di hutan, pekerjaan utama masyarakat Polahi adalah bertani dan berburu. Masyarakat [https://ensiklopedipolahi.kamusgorontalo.com/index.php/Polahi Polahi], mereka tidak pernah mengalami kekurangan makanan<sup>[[Samsi Pomalinago , Sukirman Rahim , (2020), " Potret Etnografi Masyarakat Polahi " , (Gorontalo: Ideas Publishing)|1]]</sup> karena hasil buruan dan hasil panen dikomsumsi sekedarnya saja sesuai kebutuhan dan sisanya disimpan di [https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=7208 sabuwa].<sup>[[Zainudin Soga, Aditya Fathoanh Toreh, Nur Shadiq Sandimula ( 2025), " Mobilitas Budaya: Perilaku Dan Bahasa Masyarakat Adat Polahi Dalam Pemutakhiran Dan Penyusunan Sinkronisasi-Diakronisasi Gramatikal Gorontalo-Arab|2]]</sup>  kebiasaan menyimpan hasil panen dan hasil berburu dilakukan turun temurun oleh masyarakat polahi. Hutan tempat berburu dan berkebun masyarakat Polahi semakin rusak dan makin berkurang dengan adanya tambang.  
[https://ensiklopedipolahi.kamusgorontalo.com/index.php/Bapu_Yunus_Nani Bapu Yunus Nani] menjelaskan bahwa ketika masih hidup di hutan, pekerjaan utama masyarakat Polahi adalah bertani dan berburu. Masyarakat [https://ensiklopedipolahi.kamusgorontalo.com/index.php/Polahi Polahi], mereka tidak pernah mengalami kekurangan makanan<sup>[[Samsi Pomalinago , Sukirman Rahim , (2020), " Potret Etnografi Masyarakat Polahi " , (Gorontalo: Ideas Publishing)|1]]</sup> karena hasil buruan dan hasil panen dikomsumsi sekedarnya saja sesuai kebutuhan dan sisanya disimpan di [https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=7208 sabuwa].<sup>[[Zainudin Soga, Aditya Fathoanh Toreh, Nur Shadiq Sandimula ( 2025), " Mobilitas Budaya: Perilaku Dan Bahasa Masyarakat Adat Polahi Dalam Pemutakhiran Dan Penyusunan Sinkronisasi-Diakronisasi Gramatikal Gorontalo-Arab|2]]</sup>  kebiasaan menyimpan hasil panen dan hasil berburu dilakukan turun temurun oleh masyarakat polahi. Hutan tempat berburu dan berkebun masyarakat Polahi semakin rusak dan makin berkurang dengan adanya tambang.    


== ''Referensi'' ==
== ''Referensi'' ==

Latest revision as of 21:28, 19 July 2026

Error creating thumbnail: Unable to run external programs, proc_open() is disabled. Error code: 1
Sabuwa

Sabuwa, dalam kamus bahasa gotontalo adalah pondok, gubuk, tempat sederhana berbentuk rumah atau tempat yang sengaja dibangun di tengah kebun atau sawah untuk menjaga padi. Juga berfungsi sebagai tempat beristirahat sementara para petani. Sabuwa,  oleh masyarakat Polahi, diartikan sebagai tempat penyimpanan hasil panen. Dalam praktiknya, masyarakat Polahi membangun lumbung penyimpanan khusus yang disebut sabuwa untuk menampung hasil panen berupa padi. Padi ini disimpan dalam jangka waktu yang lama dan hanya ditumbuk dalam jumlah seperlunya, sesuai dengan kebutuhan konsumsi harian. Pola ini menunjukkan adanya pengetahuan lokal masyarakat Polahi yang adaptif dan berbasis kearifan ekologis dalam menjaga ketahanan pangan di lingkungan hutan.

Bapu Yunus Nani menjelaskan bahwa ketika masih hidup di hutan, pekerjaan utama masyarakat Polahi adalah bertani dan berburu. Masyarakat Polahi, mereka tidak pernah mengalami kekurangan makanan1 karena hasil buruan dan hasil panen dikomsumsi sekedarnya saja sesuai kebutuhan dan sisanya disimpan di sabuwa.2 kebiasaan menyimpan hasil panen dan hasil berburu dilakukan turun temurun oleh masyarakat polahi. Hutan tempat berburu dan berkebun masyarakat Polahi semakin rusak dan makin berkurang dengan adanya tambang.

Referensi

[edit | edit source]
  1. Samsi Pomalinago , Sukirman Rahim , (2020), " Potret Etnografi Masyarakat Polahi " , (Gorontalo: Ideas Publishing)
  2. Zainudin Soga, Aditya Fathoanh Toreh, Nur Shadiq Sandimula ( 2025), " Mobilitas Budaya: Perilaku Dan Bahasa Masyarakat Adat Polahi Dalam Pemutakhiran Dan Penyusunan Sinkronisasi-Diakronisasi Gramatikal Gorontalo-Arab