Jump to content

I'ito: Difference between revisions

From Ensiklopedi Polahi
Created page with "'''''i’ito''''', atau '''pohon ''i’ito''''', yang dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan nama '''''ilito, membongo'',''' atau '''''tanea'',''' dan secara umum disebut sebagai '''pohon nibung''' dalam bahasa Indonesia. Pohon '''''i’ito''''' termasuk dalam keluarga palma (Nur Hasanah dkk, 2019). Batangnya ditumbuhi duri besar berwarna kehitaman, dan memiliki struktur yang kuat serta kokoh. Hal ini menjadikannya material utama dalam pembangunan tempat tinggal masyaraka..."
 
mNo edit summary
 
Line 1: Line 1:
'''''i’ito''''', atau '''pohon ''i’ito''''', yang dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan nama '''''ilito, membongo'',''' atau '''''tanea'',''' dan secara umum disebut sebagai '''pohon nibung''' dalam bahasa Indonesia. Pohon '''''i’ito''''' termasuk dalam keluarga palma (Nur Hasanah dkk, 2019). Batangnya ditumbuhi duri besar berwarna kehitaman, dan memiliki struktur yang kuat serta kokoh. Hal ini menjadikannya material utama dalam pembangunan tempat tinggal masyarakat ''Polahi'' yang bersifat semi-permanen.
'''''i’ito''''', atau '''pohon ''i’ito''''', yang dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan nama '''''ilito, membongo'',''' atau '''''tanea'',''' dan secara umum disebut sebagai '''pohon nibung''' dalam bahasa Indonesia.<sup>1</sup> Pohon '''''i’ito''''' termasuk dalam keluarga palma.<sup>2</sup> Batangnya ditumbuhi duri besar berwarna kehitaman, dan memiliki struktur yang kuat serta kokoh. Hal ini menjadikannya material utama dalam pembangunan tempat tinggal masyarakat ''Polahi'' yang bersifat semi-permanen.
[[File:I;ito.png|alt=dokumen soga|thumb|370x370px|pohon i'ito]]
[[File:I;ito.png|alt=dokumen soga|thumb|370x370px|pohon i'ito]]
Salah satu tanaman yang menjadi identitas ekologis masyarakat ''Polahi'' adalah '''pohon ''i’ito''''', keberadaan pohon nibung sering kali menjadi penanda lokasi komunitas Polahi karena banyak ditemukan di sekitar permukiman mereka. Informasi serupa disampaikan oleh Ela ''Polahi'' ''(Polohungo)'' dan Ta’iniyo, yang menyatakan bahwa kawasan hutan tempat mereka tinggal dipenuhi oleh pohon ''i’ito.'' Pohon ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan berupa sayuran, tetapi juga dijadikan makanan pokok ketika bahan pangan lain sulit diperoleh. Ta Yanti, warga dari Desa Motolohu, menuturkan bahwa saat berada di kawasan tambang hutan Bunggadi, mereka sering mengandalkan pohon ''i’ito'' sebagai pengganti sayur atau ikan
Salah satu tanaman yang menjadi identitas ekologis masyarakat ''Polahi'' adalah '''pohon ''i’ito''''', keberadaan pohon nibung sering kali menjadi penanda lokasi komunitas Polahi karena banyak ditemukan di sekitar permukiman mereka. Informasi serupa disampaikan oleh Ela ''Polahi'' ''(Polohungo)'' dan Ta’iniyo, yang menyatakan bahwa kawasan hutan tempat mereka tinggal dipenuhi oleh pohon ''i’ito.'' Pohon ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan berupa sayuran, tetapi juga dijadikan makanan pokok ketika bahan pangan lain sulit diperoleh. Ta Yanti, warga dari Desa Motolohu, menuturkan bahwa saat berada di kawasan tambang hutan Bunggadi, mereka sering mengandalkan pohon ''i’ito'' sebagai pengganti sayur atau ikan.
 
= ''Referensi'' =
 
# <small>Zainudin Soga, Aditya Fathoanh Toreh, Nur Shadiq Sandimula ( '''2025),''' " '''Mobilitas Budaya: Perilaku Dan Bahasa ''Masyarakat Adat Polahi'' Dalam Pemutakhiran Dan Penyusunan Sinkronisasi-Diakronisasi Gramatikal Gorontalo-Arab'''</small>
# (Nur Hasanah dkk, 2019)

Latest revision as of 02:41, 25 June 2026

i’ito, atau pohon i’ito, yang dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan nama ilito, membongo, atau tanea, dan secara umum disebut sebagai pohon nibung dalam bahasa Indonesia.1 Pohon i’ito termasuk dalam keluarga palma.2 Batangnya ditumbuhi duri besar berwarna kehitaman, dan memiliki struktur yang kuat serta kokoh. Hal ini menjadikannya material utama dalam pembangunan tempat tinggal masyarakat Polahi yang bersifat semi-permanen.

Error creating thumbnail: Unable to run external programs, proc_open() is disabled. Error code: 1
pohon i'ito

Salah satu tanaman yang menjadi identitas ekologis masyarakat Polahi adalah pohon i’ito, keberadaan pohon nibung sering kali menjadi penanda lokasi komunitas Polahi karena banyak ditemukan di sekitar permukiman mereka. Informasi serupa disampaikan oleh Ela Polahi (Polohungo) dan Ta’iniyo, yang menyatakan bahwa kawasan hutan tempat mereka tinggal dipenuhi oleh pohon i’ito. Pohon ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan berupa sayuran, tetapi juga dijadikan makanan pokok ketika bahan pangan lain sulit diperoleh. Ta Yanti, warga dari Desa Motolohu, menuturkan bahwa saat berada di kawasan tambang hutan Bunggadi, mereka sering mengandalkan pohon i’ito sebagai pengganti sayur atau ikan.

Referensi

[edit | edit source]
  1. Zainudin Soga, Aditya Fathoanh Toreh, Nur Shadiq Sandimula ( 2025), " Mobilitas Budaya: Perilaku Dan Bahasa Masyarakat Adat Polahi Dalam Pemutakhiran Dan Penyusunan Sinkronisasi-Diakronisasi Gramatikal Gorontalo-Arab
  2. (Nur Hasanah dkk, 2019)