Lati: Difference between revisions
mNo edit summary |
mNo edit summary |
||
| Line 1: | Line 1: | ||
'''''[https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=4269 Lati]''''', Dalam bahasa Gorontalo, kata '''''[https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=4269 lati]''''' umumnya berarti setan, hantu, atau makhluk halus. Kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk merujuk pada hal-hal supranatural, misalnya ''walauu mohe lo lati'' yang berarti "anakku takut setan". Masyarakat ''Polahi'' juga memiliki sistem kepercayaan terhadap sejumlah jenis makhluk halus yang mereka yakini menghuni alam sekitar.<sup>1</sup> Beberapa di antaranya, yaitu : | [[File:Lati.png|alt=gambar ilustrasi|thumb|375x375px|Lati]] | ||
'''''[https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=4269 Lati]''''', Dalam bahasa Gorontalo, kata '''''[https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=4269 lati]''''' umumnya berarti setan, hantu, atau makhluk halus. Kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk merujuk pada hal-hal supranatural, misalnya "''walauu mohe lo lati"'' yang berarti "anakku takut setan". Masyarakat ''Polahi'' juga memiliki sistem kepercayaan terhadap sejumlah jenis makhluk halus yang mereka yakini menghuni alam sekitar.<sup>1</sup> Beberapa di antaranya, yaitu : | |||
1. '''Lati to hulo’o''': makhluk halus yang dipercaya menghuni pohon beringin. | 1. '''Lati to hulo’o''': makhluk halus yang dipercaya menghuni pohon beringin. | ||
Latest revision as of 22:37, 19 July 2026
Lati, Dalam bahasa Gorontalo, kata lati umumnya berarti setan, hantu, atau makhluk halus. Kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk merujuk pada hal-hal supranatural, misalnya "walauu mohe lo lati" yang berarti "anakku takut setan". Masyarakat Polahi juga memiliki sistem kepercayaan terhadap sejumlah jenis makhluk halus yang mereka yakini menghuni alam sekitar.1 Beberapa di antaranya, yaitu :
1. Lati to hulo’o: makhluk halus yang dipercaya menghuni pohon beringin.
2. Lati pulu huta / Pongggo lo huta: makhluk halus penjaga wilayah tanah baru yang hendak dibuka sebagai lahan.
3. Lati to dutula / Punthiyala lo taluhu: makhluk penjaga sungai.
4. Lati bonthula huta / Punthiyala lo tudu liyo: makhluk penjaga tanah datar.
5. Lati lo botu: makhluk penjaga batu-batu besar.
6. Ponggo: sosok makhluk halus perempuan yang dipercaya sebagai pemakan jantung atau janin manusia.
Kepercayaan terhadap makhluk Ponggo sangat melekat dalam budaya Polahi. Sosok ini diyakini sering mengincar perempuan hamil dan berusaha memakan janinnya. 2
Referensi
[edit | edit source](Kamaruddin Mustamin dkk, 2021)
(Mansoer Pateda, 1977)