MediaWiki API result
This is the HTML representation of the JSON format. HTML is good for debugging, but is unsuitable for application use.
Specify the format parameter to change the output format. To see the non-HTML representation of the JSON format, set format=json.
See the complete documentation, or the API help for more information.
{
"compare": {
"fromid": 1,
"fromrevid": 1,
"fromns": 0,
"fromtitle": "Main Page",
"toid": 2,
"torevid": 2,
"tons": 0,
"totitle": "Polahi",
"*": "<tr><td colspan=\"2\" class=\"diff-lineno\" id=\"mw-diff-left-l1\">Line 1:</td>\n<td colspan=\"2\" class=\"diff-lineno\">Line 1:</td></tr>\n<tr><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"\u2212\"></td><td class=\"diff-deletedline diff-side-deleted\"><div><del class=\"diffchange diffchange-inline\"><strong>MediaWiki has been installed</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\"></strong></del></div></td><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"+\"></td><td class=\"diff-addedline diff-side-added\"><div><ins class=\"diffchange diffchange-inline\">\u2003</ins></div></td></tr>\n<tr><td colspan=\"2\" class=\"diff-side-deleted\"></td><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"+\"></td><td class=\"diff-addedline diff-side-added\"><div><ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Polahi, Masyarakat Polahi merupakan Masyarakat Gorontalo yang melakukan eksodus (meninggalkan tempat asal) untuk menghindari tekanan pemerintahan Kolonial Belanda (Karina Nataya Walenta et al., 2022). Penolakan terhadap pajak (Samsi Pomalingo, 2019), kekhawatiran akan penindasan, serta keengganan mematuhi regulasi kolonial mendorong mereka melarikan diri ke kawasan hutan pedalaman. Secara leksikal, istilah Polahi bermakna \u201corang yang melarikan diri\u201d atau \u201cpelarian dari suatu tempat\u201d . Keberadaan komunitas ini kemudian memunculkan berbagai mitos di tengah masyarakat Gorontalo, seperti kepercayaan bahwa mereka memiliki kemampuan menghilang, kekuatan magis dan ilmu kebal, serta disebut-sebut dapat membunuh orang luar yang tersesat di hutan. Dalam perspektif mitologi lokal, masyarakat Polahi terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni kelompok yang menetap di Pegunungan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, dan kelompok yang bermukim di Pegunungan Tilongkabila serta kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Kabupaten Bone Bolango</ins>.</div></td></tr>\n<tr><td class=\"diff-marker\"></td><td class=\"diff-context diff-side-deleted\"><br></td><td class=\"diff-marker\"></td><td class=\"diff-context diff-side-added\"><br></td></tr>\n<tr><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"\u2212\"></td><td class=\"diff-deletedline diff-side-deleted\"><div><del class=\"diffchange diffchange-inline\">Consult the [https://www</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">mediawiki</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">org/wiki/Special:MyLanguage/Help:Contents User's Guide] for information on using the wiki software</del>.</div></td><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"+\"></td><td class=\"diff-addedline diff-side-added\"><div><ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Masyarakat Polahi merupakan masyarakat adat yang hingga kini masih ada dan bertahan hidup di kawasan hutan dan Pegunungan (Zainuddin Soga dkk 2025)</ins>. <ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Secara historis, mereka dikenal sebagai kelompok yang memilih hidup mengasingkan diri sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi kolonial Belanda (Yasin Kulimba dkk, 2019)</ins>. <ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Pilihan tersebut tidak semata-mata mencerminkan keterpisahan sosial, melainkan merepresentasikan sikap ideologis dan kultural yang membentuk sistem nilai, pola hidup, serta praktik kebahasaan yang khas</ins>.</div></td></tr>\n<tr><td class=\"diff-marker\"></td><td class=\"diff-context diff-side-deleted\"><br></td><td class=\"diff-marker\"></td><td class=\"diff-context diff-side-added\"><br></td></tr>\n<tr><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"\u2212\"></td><td class=\"diff-deletedline diff-side-deleted\"><div><del class=\"diffchange diffchange-inline\">== Getting started ==</del></div></td><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"+\"></td><td class=\"diff-addedline diff-side-added\"><div><ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Polahi menunjukkan corak budaya yang berbeda dari masyarakat kampung. Sistem nilai dan norma sosial mereka tercermin dalam pola komunikasi yang cenderung langsung, lugas, dan menekankan makna tekstual atau denotatif, dengan minim penggunaan makna konotatif. Karakteristik ini menempatkan masyarakat Polahi sebagai kelompok yang tidak hanya terpisah secara geografis, tetapi juga secara linguistik dan kultural.</ins></div></td></tr>\n<tr><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"\u2212\"></td><td class=\"diff-deletedline diff-side-deleted\"><div><del class=\"diffchange diffchange-inline\">* [https://www</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">mediawiki</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">org/wiki/Special:MyLanguage/Manual:Configuration_settings Configuration settings list]</del></div></td><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"+\"></td><td class=\"diff-addedline diff-side-added\"><div><ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Polahi Tilongkabila, Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa warga dan aparat setempat di Kecamatan Suwawa Timur dan Kecamatan Pinogu, diketahui bahwa keberadaan Polahi di Pegunungan Tilongkabila (Samsi Pomalingo, 2019) sering kali tidak dapat diamati secara kasat mata</ins>. <ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Ka Une warga Desa Poduwama menyampaikan bahwa di kawasan tersebut terdapat kampung dan masjid yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu</ins>. <ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Meskipun kerap dikaitkan dengan unsur mistis, masyarakat Polahi diyakini bukan makhluk gaib atau jin, melainkan manusia biasa yang memiliki nama, marga, dan penampilan fisik layaknya manusia pada umumnya</ins>. <ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Bahkan, dalam beberapa dekade terakhir, mereka disebut mulai mengenakan pakaian secara lebih teratur sebagaimana masyarakat umum</ins>.</div></td></tr>\n<tr><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"\u2212\"></td><td class=\"diff-deletedline diff-side-deleted\"><div><del class=\"diffchange diffchange-inline\">* [https://www</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">mediawiki</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">org/wiki/Special:MyLanguage/Manual:FAQ MediaWiki FAQ]</del></div></td><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"+\"></td><td class=\"diff-addedline diff-side-added\"><div>\u00a0</div></td></tr>\n<tr><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"\u2212\"></td><td class=\"diff-deletedline diff-side-deleted\"><div><del class=\"diffchange diffchange-inline\">* [https://lists</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">wikimedia</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">org/postorius/lists/mediawiki</del>-<del class=\"diffchange diffchange-inline\">announce</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">lists</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">wikimedia</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">org/ MediaWiki release mailing list]</del></div></td><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"+\"></td><td class=\"diff-addedline diff-side-added\"><div><ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Polahi Pinogu diyakini oleh masyarakat sekitar akan muncul ketika mereka merasa terusik oleh aktivitas warga kampung</ins>.</div></td></tr>\n<tr><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"\u2212\"></td><td class=\"diff-deletedline diff-side-deleted\"><div><del class=\"diffchange diffchange-inline\">* [https://www</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">mediawiki</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">org/wiki/Special:MyLanguage/Localisation#Translation_resources Localise MediaWiki for your language]</del></div></td><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"+\"></td><td class=\"diff-addedline diff-side-added\"><div><ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Polahi Boliyohuto, Mitos yang berkembang dalam masyarakat Polahi yang bermukim di Pegunungan Boliyohuto cukup beragam</ins>. <ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Beberapa di antaranya menyebut bahwa masyarakat Polahi memiliki kemampuan supranatural (Samsi Pomalingo, 2019) seperti dapat menghilang, memiliki ilmu kebal, kemampuan guna</ins>-<ins class=\"diffchange diffchange-inline\">guna terhadap orang yang tidak disukai, menyembuhkan penyakit secara nonmedis, hingga diyakini dapat mencelakai atau bahkan membunuh warga kampung</ins>. <ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Namun demikian, berdasarkan hasil wawancara dengan warga dan aparat setempat, diketahui bahwa masyarakat Polahi di Boliyohuto sebenarnya telah berinteraksi dengan masyarakat kampung selama beberapa dekade terakhir</ins>. <ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Interaksi tersebut bermula sejak adanya pertemuan tidak sengaja antara pencari rotan dengan kelompok Polahi di wilayah pegunungan Boliyohuto</ins>.</div></td></tr>\n<tr><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"\u2212\"></td><td class=\"diff-deletedline diff-side-deleted\"><div><del class=\"diffchange diffchange-inline\">* [https://www.mediawiki</del>.<del class=\"diffchange diffchange-inline\">org/wiki/Special:MyLanguage/Manual:Combating_spam Learn how to combat spam on your wiki]</del></div></td><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"+\"></td><td class=\"diff-addedline diff-side-added\"><div>\u00a0</div></td></tr>\n<tr><td colspan=\"2\" class=\"diff-side-deleted\"></td><td class=\"diff-marker\" data-marker=\"+\"></td><td class=\"diff-addedline diff-side-added\"><div><ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Berdasarkan keterangan tokoh masyarakat Polahi seperti Raja Polahi Babuta, Lahiya (atau Kambo), dan Bapu Yunus Nani, mereka menyatakan bahwa sebenarnya mereka tidak memiliki kemampuan seperti ilmu kebal atau kemampuan untuk menghilang</ins>. <ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Namun beberapa anggota masyarakat Polahi masih menggunakan bentuk-bentuk pengetahuan tradisional tertentu yang dianggap memiliki kekuatan spiritual</ins>. <ins class=\"diffchange diffchange-inline\">Misalnya, Lahiya seorang anggota komunitas Polahi yang kini tinggal di Desa Lawonu, Kecamatan Telaga masih mempraktikkan penggunaan jimat-jimat khusus untuk membantu pencarian korban tenggelam akibat banjir di sungai</ins>.</div></td></tr>\n"
}
}